Lebih dari 5.000 Buruh Sumsel Dirumahkan karena Pandemi Corona

Sindonews.com, Dede Febriansyah ยท Jumat, 01 Mei 2020 - 15:41 WIB
Lebih dari 5.000 Buruh Sumsel Dirumahkan karena Pandemi Corona
Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK). (Foto: Sindonews)

PALEMBANG, iNews.id - Sedikitnya ada 5.000 karyawan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dirumahkan atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi corona atau Covid-19. Data ini diketahui dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Sumsel.

"Di Banyuasin hingga saat ini sudah tercatat 500 karyawan sudah dirumahkan dan di-PHK, lalu Muara Enim 250 karyawan dan Lahat yang mencapai 3.000 karyawan," kata Koordinator Wilayah KSBSI Sumsel, Ali Hanafiah, Jumat (1/5/2020).

Ali menambahkan, pihaknya masih mengumpulkan data berapa jumlah pasti buruh yang di PHK karena corona.

"Hingga saat ini kita terus mengumpulkan data terkait buruh yang terdampak. Diperkirakan 5.000 karyawan dirumahkan dan juga di-PHK oleh perusahaan karena pandemi Corona," kata dia.

Ali berharap agara perusahaan-perusahaan dapat mempekerjakan kembali buruh yang telah di PHK ketika pandemi corona sudah berakhir.

"Kita akan terus berupaya mendorong perusahaan memanggil kembali para buruh yang sebelumnya dirumahkan untuk bekerja lagi jika wabah Covid-19 selesai," katanya.

Sementara itu, Federasi Serikat Buruh Niaga, Informatika, Keuangan dan Perbankan (FSB Nikeuba) Kota Palembang Hermawan mengatakan, pandemi corona berdampak pada lesunya perkembangan ekonomi dan melemahnya daya beli masyarakat di Kota Palembang.

"Dari data yang kita miliki hingga Maret 2020, dampak corona setidaknya menyebabkan 1.262 buruh di Palembang mengalami PHK," kata Hermawan.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto