KPK Geledah Rumah Pribadi Bupati Muara Enim 5 Jam dan Bawa 1 Koper Dokumen

Guntur, Antara ยท Kamis, 05 September 2019 - 08:55 WIB
KPK Geledah Rumah Pribadi Bupati Muara Enim 5 Jam dan Bawa 1 Koper Dokumen
Penyidik KPK membawa satu koper diduga berisi dokumen usai menggeledah rumah pribadi Bupati Muaraenim Ahmad Yani di Kota Palembang, Sumsel, Rabu malam (4/9/2019). (Foto: iNews/Guntur)

PALEMBANG, iNews.id – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah pribadi Bupati Muaraenim Ahmad Yani di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), pada Rabu malam (4/9/2019). Dari penggeledahan di rumah tersangka korupsi itu selama lima jam, penyidik membawa satu koper yang diduga berisi dokumen terkait suap proyek pembangunan jalan.

Berdasarkan pantauan, dua orang penyidik KPK tampak keluar dari rumah Ahmad Yani di Jalan Inspektur Marzuki, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang pada Rabu malam sekitar pukul 23.05 WIB. Penyidik lalu membawa keluar satu koper 20 inchi berwarna silver, koper tersebut langsung diangkut ke mobil bernomor polisi BG 1752 NQ.

Dua penyidik KPK yang dikawal dua anggota Brimob bersenjata tersebut langsung meninggalkan lokasi. Mereka tidak memberi keterangan apapun kepada para wartawan yang telah menunggu lama.

BACA JUGA:

Kronologi OTT Bupati Muara Enim, Penyerahan Uang di Restoran Mie Ayam

KPK Tetapkan Bupati Muara Enim Tersangka Suap Proyek Jalan

Para anggota keluarga juga tidak tampak keluar. Hanya asisten rumah tangga yang keluar untuk menutup pagar rumah di Jalan Inspektur Marzuki Lorok Pakjo Palembang itu.

Sebelum menggeledah rumah Bupati Ahmad Yani, penyidik KPK terlebih dahulu memeriksa kantor pengusaha Robi Okta Fahlefi di Jalan Gajah Mada Nomor 8B Kelurahan Talang Semut Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Rabu sore selama 2,5 jam.

KPK sebelumnya telah menetapkan tiga tersangka kasus korupsi di lingkungan Dinas PUPR Muaraenim dalam Operasi Tangkap Tangan di Kota Palembang dan Kabupaten Muaraenim, Selasa (3/9/2019). Ketiganya yakni Robi Okta Fahlefi sebagai pemberi dari unsur swasta atau pemilik PT Enra Sari, kemudian Bupati Ahmad Yani sebagai penerima, dan Kepala Bidang pembangunan jalan dan PPK Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin Muhtar (EM).

Dari hasil penyelidikan, KPK mengamankan uang 35.000 dolar AS yang diduga sebagai bagian dari fee 10 persen yang diterima Ahmad Yani dari Robi Okta.


Editor : Maria Christina