Ketua DPRD Muara Enim Mengaku Pusing saat Bersaksi di Sidang Korupsi

Antara ยท Rabu, 04 Maret 2020 - 11:37 WIB
Ketua DPRD Muara Enim Mengaku Pusing saat Bersaksi di Sidang Korupsi
Ketua DPRD Muara Enim Aries HB mengaku pusing saat bersaksi di sidang kasus korupsi di PN Tipikor Palembang, Selasa (3/3/2020) malam. (Foto: Antara)

PALEMBANG, iNews.id – Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Aries HB tiba-tiba merasa sakit kepala saat bersaksi di sidang kasus korupsi proyek jalan yang digelar di Pengadilan Tipikor Palembang. Merasa tak bisa melanjutkan sidang, dia diizinkan meninggalkan ruang sidang.

Aries HB dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum sebagai saksi kasus suap 16 paket proyek jalan Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, dengan terdakwa Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Elfin HZ Muchtar pada Selasa (3/3/2020) malam.

"Coba saudara jawab, apa motivasi saudara jadi anggota DPRD, apa sih untungnya?" tanya hakim Zuraidah kepada Aries.

Menghadapi pertanyaan tersebut, Aries yang mengenakan kemeja putih panjang tiba-tiba mengaku kepalanya mengalami pusing.

Melihat kondisi Aries, ketua majelis hakim Erma Suharti menyela sidang. Erma menanyakan kondisi Aries. Setelah mendapat penjelasan dari Aries, Erma mengizinkan Aries untuk istirahat dan meninggalkan ruang sidang.

Sementara sidang dilanjutkan dengan menghadirkan mantan Ketua DPRD Muara Enim periode 2014-2019, William Husin. William pun mendapat pertanyaan yang sama dengan Aries tentang motivasi menjadi anggota DPRD.

Namun Wiliam mengaku tidak bisa menjawab pertanyaan hakim. Dia menyebut bahwa masing-masing individu memiliki motivasi berbeda terkait keinginan menjadi anggota DPRD.

"Saya tidak bisa jawab karena mungkin motivasi perorangan tidak sama," katanya.

William menolak anggapan bahwa jabatan anggota DPRD digunakan untuk mendapatkan jatah proyek berupa komitmen fee. Dalam kasus yang disidangkan ini, dia dan Aries dianggap menerima bagian 15 persen dari nilai proyek 16 paket jalan sebesar Rp129 miliar.

Sebelumnya, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas pemeriksaan terdakwa, Aries, William dan seorang saksi lain yaitu Juarsah disebut-sebut turut menerima bagian komitmen fee dari kontraktor pembangunan jalan.

Baik Juarsah, Wiliam dan Aries HB kompak membantah telah menerima bagian komitmen fee dari 16 proyek paket jalan Muara Enim tahun anggaran 2019 itu.


Editor : Reza Yunanto