Keterlaluan Demo di Masjid Nabawi, Sejumlah Warga Pakistan Ditangkap 

Muhaimin · Selasa, 17 Mei 2022 - 08:43:00 WIB
Keterlaluan Demo di Masjid Nabawi, Sejumlah Warga Pakistan Ditangkap 
Jemaah asal Pakistan gelar demontrasi di Masjid Nabawi terkait politik di negara tersebut. (Foto: Ist)

MADINAH, iNews.id - Sejumlah jemaah muslim asal Pakista diamankan polisi Madina karena menggelar aksi demo di dalam Masjid Nabawi. Kecaman bermunculan dari berbagai pihak, karena dianggap keterlaluan demi di salah satu situs tersuci Islam di Arab Saudi.

Aksi demo itu menentang kehadiran delegasi Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Demo itu terjadi pada 28 April 2022 dan sempat dianggap sebagai tindakan penistaan agama di kalangan publik Pakistan

Saat itu, beberapa pengunjuk rasa di dalam Masjid Nabawi mulai meneriakkan slogan-slogan dan melecehkan anggota delegasi PM Shehbaz Sharif saat mereka masuk ke tempat suci. 

Sharif adalah pengganti PM Imran Khan yang digulingkan Parlemen. Para demonstran diduga dari kubu Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), partainya Imran Khan.

Polisi Madinah saat itu menangkap setidaknya lima warga Pakistan dalam demo tersebut. Mereka ditangkap atas tuduhan melecehkan dan menghina Menteri Penerangan Marriyum Aurangzeb dan Menteri Pengendalian Narkotika Shahzain Bugti di Masjid Nabawi.

Penangkapan juga dilakukan karena menghina dan melecehkan seorang wanita dan para sahabatnya yang berkebangsaan Pakistan, juga di halaman Masjid Nabawi. 

Juru bicara Kepolisian Madinah kala itu mengatakan, "Para tersangka dirujuk ke pihak berwenang setelah prosedur hukum diselesaikan terhadap mereka." "Tindakan mereka bertentangan dengan kesucian tempat dan berdampak pada keselamatan pengunjung dan jamaah," lanjut Kepolisian Madinah.

Sementara itu, di Pakistan, kasus itu sempat dianggap sebagian pihak sebagai tindakan penistaan agama karena demo berlangsung di dalam Masjid Nabawi. Namun, Pengadilan Tinggi Islamabad (IHC) telah mengarahkan polisi Islamabad untuk menahan diri dari mengajukan kasus penistaan terhadap mantan PM Imran Khan dan rekan kabinetnya dalam insiden Masjid Nabawi tersebut. 

Ketua Mahkamah Agung Athar Minallah, dalam perintah tertulis atas sejumlah petisi yang diajukan oleh para politisi, berpendapat bahwa karena para pembuat petisi tidak hadir di tempat kejadian, sehingga tidak perlu mendaftarkan kasus penistaan agama terhadap mereka.

Editor : Berli Zulkanedi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: