get app
inews
Aa Text
Read Next : Karhutla Riau Meluas, 900 Hektare Lahan Terbakar

Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Musi Banyuasin, 11 Titik Hangus dan Lahan 4,2 Hektare Rusak

Kamis, 02 April 2026 - 15:51:00 WIB
Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Musi Banyuasin, 11 Titik Hangus dan Lahan 4,2 Hektare Rusak
Kebakaran sumur minyak ilegal di Musi Banyuasin menghanguskan 11 titik sumur dan sejumlah kendaraan di lokasi kejadian. (Foto: dok Polri)

MUSI BANYUASIN, iNews.id - Kebakaran sumur minyak ilegal memicu kerusakan besar di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Peristiwa ini terjadi di lahan HGU milik perusahaan di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang.

Informasi diperoleh, kebakaran dilaporkan terjadi pada Selasa malam (31/3/2026) pukul 20.00 WIB. Api diduga berasal dari salah satu sumur minyak ilegal yang berada di area tebing.

Api kemudian dengan cepat menyambar tempat penampungan minyak mentah di sekitarnya. Kobaran api bahkan merembet mengikuti aliran minyak hingga ke bagian bawah tebing.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah fasilitas dan aset di sekitar lokasi turut terbakar. Beberapa kendaraan operasional serta warung milik warga dilaporkan ikut hangus.

Dari hasil penyisiran di lapangan, petugas menemukan sedikitnya 11 titik sumur minyak ilegal dalam kondisi terbakar. Selain itu, delapan unit mobil pickap, satu unit truk, serta sejumlah sepeda motor juga ikut terdampak.

Kebakaran sumur minyak ilegal di Musi Banyuasin ini juga menyebabkan kerusakan lahan HGU seluas sekitar 4,2 hektare. Dampak lingkungan yang ditimbulkan pun dinilai cukup serius.

Merespons kejadian ini, tim gabungan dari Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, Satreskrim Polres Musi Banyuasin, dan Polsek Keluang langsung turun ke lokasi pada Rabu (1/4/2026). Mereka melakukan olah TKP, pengamanan area, serta pengumpulan alat bukti awal.

Dalam proses penyelidikan, aparat telah mengantongi sejumlah identitas yang diduga sebagai pemilik sumur ilegal. Mereka berinisial M, R, K, dan I, sementara beberapa titik lainnya masih dalam pendalaman.

Untuk kepentingan penyelidikan, petugas telah memasang garis polisi di seluruh area terdampak. Langkah ini dilakukan guna mencegah masyarakat mendekati lokasi yang masih berbahaya.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut