Kapal Yacht Australia Dibajak Perompak di Perairan OKI, 700 Dolar AS Raib

Sindonews.com, Ruslan AS ยท Rabu, 27 Mei 2020 - 18:00 WIB
Kapal Yacht Australia Dibajak Perompak di Perairan OKI, 700 Dolar AS Raib
kapal asing asal jenis yacht dibajak kawanan perompak saat melintas di perairan Ogan Komering Ilir, Sumsel yang berbatasan dengan Provinsi Lampung. (Foto iNews TV/Ruslan AS)

KAYUAGUNG, iNews.id - Sebuah kapal asing asal jenis yacht berbendera Australia dibajak kawanan perompak. Kapal itu dibajak saat melintas di perairan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) yang berbatasan dengan Provinsi Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pembajakan terhadap Kapal Hopla dilakukan oleh 10 orang yang menggunakan senjata api (senpi) pada Minggu (24/5/2020).

“Akibatnya uang 700 Dolar AS dan seluruh peralatan kapal digondol kawanan perompak,” kata Zahwani, Rabu (27/5/2020).

Zahwani menambahkan, dari hasil pemeriksaan pemilik kapal Tadeusz Novysky, peristiwa berawal saat korban yang berlayar sendiran dari Australia menuju Jakarta dengan maksud hendak menjual kapal tersebut.

“Namun saat hendak melintas di perairan OKI kapal korban diadang kawanan perompak bersenpi,” kata dia.

Lebih lanjut Zahwani mengatakan, perampokan ini diketahui karena korban sempat melapor ke Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

“Jadi saat terjadi perompakan korban sempat menekan tombol emergency yang kemudian terpantau oleh Kedutaan Besar Australia di Jakarta,” katanya.

Kemudian, kata dia, Kedutaan Besar Australia di Jakarta menghubungi Polri dan Basarnas. Lantaran posisi koordinat kapal berada di Perairan Lampung, Polda Lampung kemudian langsung menuju ke lokasi dan mendapati kapal tersebut berada berada di Perairan Kuala Teladas Tulangbawang.

“Polda Lampung kini bekerjasama dengan Polda Sumatera Selatan untuk mengungkap kasus perompakan tersebut,” katanya.

Atas kejadian itu, korban kehilangan uang sejumlah 700 Dolar AS, peralatan kapal dari alat navigasi, dinamo stater, iPhone hingga alat masak.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto