Penyuap Bupati Muara Enim Dituntut 3 Tahun Penjara

Antara ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 20:00 WIB
Penyuap Bupati Muara Enim Dituntut 3 Tahun Penjara
Komisi Pemberantasan Korupsi (iNews)

MUARAENIM, iNews.id - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Robi Okta Fahlevi tiga tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 6 bulan. Robi Okta merupakan kontraktor sekaligus penyuap Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani dalam kasus dugaan suap 16 paket proyek jalan.

"Terdakwa Robi Okta Fahlevi sekaligus Direktur PT Indo Paser Beton dan CV Ayas & Co terbukti melanggar ketentuan Pasal 5 Ayat (1) Huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 2/2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP," kata JPU KPK Roy Riadi di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (14/1/2020).

Di dalam persidangan yang dipimpin hakim Bongbongan Silaban, Robi mengakui telah memberikan uang senilai Rp12,5 miliar kepada terdakwa Elfin M.Z. Muchtar selaku Kabid Jalan Dinas PUPR Muara Enim yang kemudian dikirim secara bertahap kepada Bupati Muara Enim (nonaktif) Ahmad Yani sebagai komitmen fee sebesar 10 persen dari total nilai proyek yakni Rp130 miliar.

Tak hanya memberi suap ke Ahmad Yani, Robi juga mengakui memberikan secara langsung sejumlah uang kepada Wakil Bupati Muara Enim, Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim dan Pokja Lelang yang totalnya 5 persen dari nilai proyek.

BACA JUGA: Nama Ketua KPK Muncul di Sidang Kasus Dugaan Suap Bupati Muara Enim

Komitmen fee dengan total 15 persen tersebut bertujuan agar terdakwa mendapatkan 16 paket proyek jalan dari dana aspirasi DPRD Kabupaten Muara Enim Tahun 2019 di Dinas PUPR Muara Enim.

Roy menambahkan, terdakwa dianggap melakukan pemufakatan suap dengan sadar dengan harapan terus mendapat proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

"Unsur perbuatan pidana membuat penyelenggara negara agar berbuat sesuatu dengan menjanjikan sesuatu terbukti secara sah dan meyakinkan," kata Roy.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Robi, Niken Susanti menuturkan, pihaknya akan mengajukan pledoi. Sidang dengan pembacaan pledoi akan dilanjutkan pada pekan depan, Selasa (21/1/2020).

"Kami akan mengajukan pembelaan dengan dua pledoi Yang Mulia, pertama dari Robi langsung dan yang kedua dari kami selaku kuasa hukum," tutur Niken.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto