Ini Kronologi Anggota TNI AD Dikeroyok Debt Collector saat Antar Warga ke Rumah Sakit

iNews.id ยท Minggu, 09 Mei 2021 - 05:28:00 WIB
Ini Kronologi Anggota TNI AD Dikeroyok Debt Collector saat Antar Warga ke Rumah Sakit
Tangkapan layar video viral. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id – Seorang anggota TNI bernama Serda Nurhadi dikepung oleh debt collector saat antar warga yang sakit. Peristiwa ini terekam video dan viral di media sosial.  

Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya bereaksi dengan mengecam tindakan penagih utang yang merampas kendaraan mobil saat dikemudikan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serda Nurhadi ketika mengantar orang sakit.

“Satuan TNI AD khususnya Kodam Jaya, tidak mentolerir atas perlakuan dari pihak penagih utang yang secara arogan mengambil paksa kendaraan yang dikemudikan Serda Nurhadi sebagai Babinsa, yang akan menolong warga sakit dan memerlukan pertolongan untuk dirawat di Rumah Sakit,” ujar Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS di Jakarta, Sabtu (8/5/2021).

Menurutnya, kejadian ini berawal pada Kamis (6/5/2021) sekitar pukul 14.00 WIB, Serda Nurhadi yang berada di Kantor Kelurahan Semper Timur mendapat laporan dari anggota PPSU yang melihat ada kendaraan yang dikerubuti oleh kurang lebih 10 orang, sehingga menyebabkan kemacetan.

Di dalam mobil tersebut, terdapat anak kecil dan seorang yang sakit, juga terdapat paman dan bibi pemilik mobil, sehingga Serda Nurhadi berinisiatif mengambil alih kemudi mobil untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit melalui Jalan Tol Koja Barat.

Namun dalam perjalanan, mobil tetap dikerubuti kelompok penagih utang tersebut. Sehingga Serda Nurhadi beralih membawa mobil tersebut ke Polres Metro Jakarta Utara karena melihat kondisi kurang bagus tersebut.

“Serda Nurhadi sebagai Babinsa terpanggil membantu warga yang sedang sakit untuk di bawa ke RS, dan Serda Nurhadi sendiri tidak mengetahui kondisi mobil tersebut bermasalah,” kata Kapendam Jaya.

Mobil yang dikemudikan tersebut yakni Honda Mobilio Nopol B 2638 BZK warna putih dan bukan milik Serda Nurhadi. 

Editor : Berli Zulkanedi