Herman Deru Instruksikan Penyelenggara Pilkada Terapkan Protokol Kesehatan

Bambang Irawan ยท Rabu, 09 September 2020 - 12:42 WIB
Herman Deru Instruksikan Penyelenggara Pilkada Terapkan Protokol Kesehatan
Gubernur Sumsel Herman Deru (tengah), Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri (kiri) dan Panglima Kodam (Pangdam) II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi (kanan) (Dokumen Humas Pemprov Sumsel)

PALEMBANG, iNews.id - Regulasi terkait protokol kesehatan (Protokes) tahapan Pilkada Serentak 2020 di Sumatera Selatan telah disusun. Regulasi itu diharapkan bisa menjadikan Pilkada serentak yang akan berlangsung di tengah pandemi Covid-19 di tujuh Kabupaten berjalan aman.

Gubernur Sumsel Herman Deru menginstruksikan agar sosialisasi regulasi tersebut harus segera dilakukan mengingat tahapan pilkada sudah berjalan sesuai dengan agenda yang telah disusun oleh pihak penyelenggara Pilkada.

"Soal aturan protokol kesehatan saat Pilkada Serentak ini, besok harus segera disosialisasikan agar semua masyarakat paham dan harus masif," kata Herman Deru saat menghadiri Rapat Penerapan Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19 dalam Tahapan Pilkada Serentak Sumsel 2020 di ruang Rekonfu Mapolda Sumsel, Selasa (8/9/2020).

Tak hanya soal aturan, pria yang kerap disapa HD ini mengatakan, sanksi yang diterapkan terhadap pelanggar aturan tersebut harus juga masif disosialisasikan.

"Sanksi dibuat bukan semata-mata untuk menghukum, melainkan sebagai edukasi agar masyarakat semakin disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan," kata dia.

Gubernur Sumsel Herman Deru (tengah), Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri (kiri) dan Panglima Kodam (Pangdam) II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi (kanan) (Dokumen Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumsel Herman Deru (tengah), Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri (kiri) dan Panglima Kodam (Pangdam) II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi (kanan) (Dokumen Humas Pemprov Sumsel)

Meski harus bertindak tegas, kata HD, petugas juga harus melihat konisi di lapangan ketika menerapkan aturan tegas,

"Petugas tetap harus melihat kondisi di lapangan. Jangan sampai aturan ini justru membuat masyarakat menjadi tidak nyaman," paparnya.

Selain itu, dia juga meminta agar penyelenggara pilkada serentak juga tidak mengabaikan warga yang tidak bisa datang ke TPS.

"Untuk pemilih yang terpapar Covid-19, saya minta KPU mengakomodir hak mereka. Jangan sampai suara mereka terabaikan. Petugas yang harus datang ke mereka, mungkin bisa menggunakan APD khusus," kata dia.

Sekadar informasi, KPU dan Bawaslu Sumsel telah membuat regulasi khusus dalam tahapan Pilkada serentak 2020 di masa pandemi Covid-19.

Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana mengatakan, beberapa aturan itu adalah wajib menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan yakni pelaksanaan rapid tes, penggunaan APD di tempat penyelenggaraan, penyediaan saranan sanitasi di tempat pemilihan, pengecekan suhu tubuh, dan menerapkan jaga jarak.

"Pengawasannya kami melibatkan pihak tenaga kesehatan. Saat pemungutan suara juga diberlakukan pembagian waktu agar tidak berkerumun. Antri minimal satu meter dan wajib memakai masker," katanya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, upaya antisipasi penyebaran covid-19 saat pilkada serentak tersebut harus sejak dini dilakukan. Polda Sumsel berkomitmen agar pilkada serentak di Sumsel ini tidak menjadi klaster baru Covid-19.

"Ini juga untuk menindaklanjuti arahan kapolri terkait evaluasi pelaksanaan Pilkada. Masa kampanye juga harus diawasi agar tidak berkerumun. Selain itu tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Kita telah membuat perencanaan dan pencegahan sebelum terjafinya perkumpulan masa yang banyak," kata Eko.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto