Gawat! Pecandu Narkoba di Sumsel Capai 100.000 Orang

Antara ยท Rabu, 29 Januari 2020 - 10:39:00 WIB
Gawat! Pecandu Narkoba di Sumsel Capai 100.000 Orang
Badan Narkotika Nasional (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat, pecandu narkoba di wilayah Sumsel mengalami peningkatan. Hingga Januari 2020, tercatat pecandu narkoba di Sumsel mencapai 100 ribu orang.

"Pecandu narkoba pemula hingga akut di provinsi ini diperkirakan mencapai lebih dari 100 ribu orang," kata Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan, Rabu (29/1/2020).

Jhon menambahkan, kondisi ini sangat memprihatinkan. BNNP memerlukan dukungan dari semua pihak terutama dari masyarakat agar tidak muncul pecandu narkoba baru.

"Untuk mencegah timbulnya pencandu baru, meski dengan jumlah personel dan dana terbatas berupaya meningkatkan kegiatan pemberantasan, pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," imbuhnya.

Kemudian, lanjut Jhon, pihaknya juga berupaya melakukan rehabilitasi terhadap pencandu narkoba yang dengan kesadaran sendiri meminta bantuan melepaskan diri dari ketergantungan barang terlarang itu.

Sementara itu, sepanjang tahun 2019, BNNP Sumsel berhasil merehabilitasi 939 pecandu narkoba dari berbagai wilayah di Sumsel.

"Selama 2019, BNNP Sumsel telah memfasilitasi rehabilitasi 447 orang pecandu narkoba dan BNN kabupaten/kota 492 pecandu," katanya.

Pecandu narkoba yang difasilitasi rehabilitasi atau diobati dari ketergantungan barang terlarang itu sekitar 83,3 persen pulih produktif, 11,6 pulih tidak produktif, serta sisanya tidak pulih produktif dan tidak pulih tidak produktif.

Lebih lanjut Jhon mengatakan, pencandu narkoba atau masyarakat yang memiliki keluarga ketergantungan dengan obat terlarang diimbau untuk memanfaatkan program rehabilitasi dari BNN.

"Korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika, zat adiktif, dan obat-obatan berbahaya yang ingin melepaskan diri dari ketergantungan narkoba bisa menghubungi petugas BNN di kabupaten dan kota terdekat," kata Jhon.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto