Dua Pengedar 144 Kilogram Ganja di Palembang Divonis Seumur Hidup

Antara ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 20:30 WIB
Dua Pengedar 144 Kilogram Ganja di Palembang Divonis Seumur Hidup
Dua pengedar ganja divonis penjara seumur hidup (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Dua pengedar narkoba jenis ganja divonis penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas I A Palembang. Dua terdakwa diketahui bernama Ariswanto (43) dan Dian Meisasi Hutagalung (23) ini divonis karena mengedarkan ganja seberat 144 kilogram.

"Mengadili dan menjatuhkan terdakwa sebagaimana yang tercantum dalam dakwaan kedua penuntut umum, diatur dan diancam pidana dalam Pasal 111 Ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana seumur hidup" kata Ketua Majelis Hakim Subur Susatyo, Kamis (23/1/2020).

Putusan tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Devianti Itera. Majelis hakim meyakini kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan percobaan atau permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum untuk menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman yang beratnya melebihi 1 kilogram atau melebihi 5 batang pohon tanpa seizin dari pihak yang berwenang dan bukan untuk kepentingan ilmu pengetahuan.

BACA JUGA: Edarkan 20 Kilogram Sabu dan Ekstasi, Pengedar Asal Sumsel Dituntut Hukuman Mati

Keterangan kedua terdakwa yang tidak mengakui perbuatannya menjadi pemberat putusan, hakim juga menilai keduanya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Mendengar putusan tersebut kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya memilih pikir-pikir terkait banding.

Seperti diketahui, kasus yang menjerat kedua terdakwa terjadi pada Mei 2019 saat salah satu kurir bernama Sulaiman (DPO) melarikan mobil rental milik Roni yang berasal dari Jambi.

Usai diselidiki, mobil itu ditemukan di wilayah Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Merasa mobilnya ketemu, Roni melaporkan hal tersebut kepada saksi Handoko yang merupakan prajurit TNI. Saat dilakukan penangkapan, Sulaiman ternyata membawa senjata api.

BACA JUGA: BNNP Sumsel Gandeng Masyarakat untuk Persempit Peredaran Narkoba

Saat akan ditangkap, Sulaiman melepaskan tembakan dan langsung melarikan diri. Lantaran mobil itu ditinggal, Handoko pun menggeledah isi mobil. Hasilnya, ditemukan ratusan kilogram ganja yang disimpan di dalam enam kotak kardus. Handoko melaporkan temuan tersebut ke Ditresnarkoba Polda Sumsel.

Ditresnarkoba Polda Sumsel mengembangkan temuan itu dengan melacak tiga unit ponsel yang tertinggal di dalam mobil. Hasilnya muncul nomor kedua terdakwa dengan riwayat percakapan terkait pengiriman ganja dan upahnya.

Kedua terdakwa akhirnya ditangkap saat sedang tidur di rumahnya, dalam pemeriksaan diketahui bahwa terdakwa diminta menjemput ganja dari Medan menuju Lampung dengan upah Rp3 juta yang dikendalikan seorang napi dari dalam rumah tahanan di Lampung.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto