Dituding Tak Majukan Pariwisata, Kadin: OKU Tidak Punya Anggaran

Widori Agustino ยท Jumat, 04 September 2020 - 11:44:00 WIB
Dituding Tak Majukan Pariwisata, Kadin: OKU Tidak Punya Anggaran
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan OKU, Topan Indra Fauzi (Widori Agustino/iNews)

BATURAJA, iNews.id - Dinas Pariwisata Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) tidak bisa berbuat banyak untuk meningkatkan dan mempromosikan pariwisata di OKU. Pasalnya, Dinas Pariwisata OKU mengaku tidak mempunyai anggaran untuk melakukan hal itu.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan OKU, Topan Indra Fauzi sekaligus untuk membantah sindiran Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Aufa Syahrizal.

Saat itu, Aufa menyindir dinas Pariwisata OKU tak punya rasa memiliki ntuk meningkatkan pariwisata di bumi yang berjuluk Sebimbing Sekundang itu.

"Aufa Jangan asal ngomong, bagaimana meningkatkan jika anggaranya tidak ada. Jadi kalau dikatakan tidak punya rasa memiliki, jangan asal bicara, kami ini tidak ada anggaran, anggaran kami dipotong untuk Covid-19," kata Topan kepada iNews, Jumat (4/9/2020).

Topan menambahkan, untuk membayar tunggakan listrik saja pihaknya tidak bisa. Mulai listrik di destinasi wisata hingga listrik kantor.

"Anggaran yang dipotong untuk penaganan Covid-19 di Sumsel nilainya mencapai hampir Rp2 miliar. Hal ini membuat berbagai kegiatan di dinas terkendala," kata dia.

Selain itu, kata Topan, banyak destinasi wisata yang belum secara utuh dihibahkan ke Dinas Pariwisata untuk dikelola. Topan mengaku sudah mempunyai rencana festival musik anak jalanan ekonomi kreatif.

"Untuk menarik wisatawan ke OKU memang harus ada kegiatan seperti festival, tapi tetap saja kami tidak mempunyai dana," katanya.

Sebelumnya, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal menyoroti pariwisata di OKU yang tak berkembang bahkan mengalami kemunduran.

Dia menyebut dinas pariwisata OKU saat ini tidak punya rasa memiliki. Rasa memiliki, kata Aufa merupakan kunci utama dalam memajukan dunia pariwisata.

”OKU Rasa memiliki tidak ada, anggaran itu bukan halangan. Mengelola pariwisata itu harus rajin komunikasi biar ide itu ada," kata Aufal.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Bagikan Artikel: