Curah Hujan Tinggi, 8 Kabupaten di Sumsel Rawan Banjir dan Longsor

Antara ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 15:44 WIB
Curah Hujan Tinggi, 8 Kabupaten di Sumsel Rawan Banjir dan Longsor
Sisa banjir dan kondisi sungai di Kabupaten Lahat, Sumsel (Bala Putra/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Bencana banjir bandang dan tanah longsor masih mengincar wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Setidaknya ada delapan wilayah yang rawan mengalami banjir bandang dan tanah longsor di musim hujan 2020.

Kepala Seksi Informasi dan Observasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) SMB II Bambang Benny mengatakan, wilayah yang berpotensi mengalami banjir dan tanah longsor yakni Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Empat Lawang.

"Kemudian Kabupaten Lahat, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, dan Kabupaten Muara Enim," kata Benny kepada wartawan di Palembang, Selasa (14/1/2020).

Benny menambahkan, banjir dan tanah longsor ini diprediksi terjadi karena adanya peningkatan intensitas hujan di wilayah tersebut. Dia menyebut, tingginya intensitas hujan seiring aktifnya musim hujan di wilayah Sumsel dengan indikasi menguatnya Angin Muson Cina Selatan (Muson Barat) yang sarat uap air dan melalui wilayah Indonesia pada umumnya.

BACA JUGA: Warga Sumsel Diimbau Waspada Banjir dan Longsor selama Musim Hujan

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan curah hujan dan adanya potensi hujan disertai petir dan angin kencang yang umumnya terjadi pada siang-sore hari sedangkan potensi hujan ringan-sedang yang berlangsung lama (kontinyu) apabila terjadi pada malam-dini hari.

Permukaan Sumsel yang berkarakteristik rawa dan sungai menjadi penyuplai uap air dan adanya pusat tekanan rendah di wilayah Australia (Belahan Bumi Selatan) menyebabkan adanya belokan (trough) dan pertemuan massa udara (konvergensi) di wilayah Sumsel.

Secara umum, berdasarkan prakiraan BMKG diketahui kondisi hujan disertai petir dan angin kencang di wilayah Sumsel akan meningkat pada tanggal 13-15 Januari 2020, kemudian mengalami penurunan 16-18 Januari 2020 dan akan kembali meningkat pada 19-20 Januari 2020.

"Kami mengimbau masyarakat dan stakeholder terkait untuk tetap waspada dan update informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG," kata Benny.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto