Buron sejak 2014, Otak Perampokan di Musi Banyuasin Tewas Diterjang Timah Panas Polisi

Edi Lestari ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 07:34 WIB
Buron sejak 2014, Otak Perampokan di Musi Banyuasin Tewas Diterjang Timah Panas Polisi
Ilustrasi perampokan. (Foto: Istimewa)

MUSI BANYUASIN, iNews.id - Seorang otak perampokan di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) dibekuk polisi. Pelaku tewas ditembak karena menyerang petugas dengan senjata api (senpi) rakitan jenis revolver.

Asnawi alias Awi sempat terlibat baku tembak dengan Tim Srigala Satres Mapolres Musi Banyuasin yang akan menangkapnya. Setelah berhasil dibekuk, polisi mengamankan senpi rakitan milik pelaku. Sayang pelaku tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Pelaku dan komplotanya yang total berjumlah tujuh orang merampok rumah pengusaha minyak tahun 2014 lalu di Desa Sungai Angit, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin. Para pelaku masuk dalam rumah dengan merusak pintu.

Selanjutnya, pelaku berhasil membawa kabur uang senilai Rp350juta, perhiasan emas 2.680 gram dan dua unit handphone. Bahkan pelaku sempat menganiaya anak korban. Total kerugian korban mencapai Rp1,6 miliar.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah amunisi dan telepon genggam. Sementara empat pelaku lain dari komplotan ini sudah lebih dulu ditangkap dan menjalani hukuman di Lapas Kelas II B Sekayu.

Kapolres Muba, AKBP Yudhi Surya Markus Pinem mengatakan, pelaku ditangkap di Kelurahan Sako, Kota Palembang. Tim dipimpin oleh AKP Deli Haris dan Kapolsek Babat Toman, AKP Ali Rojokin serta melibatkan Kasubnit Pidum Polrestabes Palembang.

"Jadi tersangka ini sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2014. Dia melawan dengan senpi rakitan, sehingga tim melakukan tindakan tegas terukur," katanya saat ekspose kasus, Kamis (18/6/2020).

Kini jenazah Asnawi berada di Ruang Instalasi forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Peluru yang bersarang telah diangkat dan jenazah telah dimandikan. Selanjutnya, jenazah diserahkan pada keluarga.

Kapolres mengimbau pelaku lain yang masih buron untuk segera menyerahkan diri, yakni Baihaki dan Abang. Keduanya sudah masuk DPO polisi.


Editor : Umaya Khusniah