BMKG Akan Tambah Alat Pendeteksi Gempa di Perbatasan Sumsel-Bengkulu

Antara ยท Selasa, 24 Maret 2020 - 14:46 WIB
BMKG Akan Tambah Alat Pendeteksi Gempa di Perbatasan Sumsel-Bengkulu
Ilustrasi gempa bumi (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan menambah satu unit alat pendeteksi gempa di Kabupaten Empat Lawang,  Sumatera Selatan (Sumsel). Alat pendeteksi gempa itu dipasang di wilayah perbatasan dengan Bengkulu untuk meningkatkan kewaspadaan.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika [PMG] Ahli Muda BMKG, Stasiun Geofisika Kepahiang-Bengkulu, Sabar Ardianyah, mengatakan penambahan alat pendeteksi gempa ini dilakukan mengingat terjadi peningkatan intensitas gempa di wilayah tersebut.

"Sumsel tidak aman 100 persen dari gempa karena masih ada potensi gempa darat yang sifatnya bisa sangat merusak," kata Sabar Ardiansyah, Selasa (24/3/2020).

Ardiansyah menambahkan, alat pendeteksi gempa itu menjadi yang kedua di Kabupaten Empat Lawang karena pada 2019 BMKG juga pernah memasang satu unit.

"Sementara untuk Sumsel alat pendeteksi gempa sudah terpasang di Kota Pagaralam, Musi Rawas Utara, Semendo-Muara Enim pada 2019 dan Lahat (2007)" kata dia.

Stasiun Geofisika Kepahiang mencatat terjadi lebih dari 12 kali gempa darat dalam kurun dua bulan terakhir yang berpusat di Patahan Besar Sumatera Segmen Manna (Pagaralam), Segmen Musi (Empat Lawang) dan Segmen Komering.

Salah satu gempa paling besar terjadi pada 31 Januari 2020 Pukul 18.55 WIB dengan magnitudo 4,3 skala richter yang getaranya terasa hingga Kota Lubuklinggau. Gempa darat tektonik tersebut bersumber di wilayah Bukit Barisan pada jarak 14 Kilometer Barat Laut dengan kedalaman 2 Kilometer di Kabupaten Empat Lawang. 

Namun frekuensi gempa paling banyak berada di Segmen Manna yang terjadi 11 kali, bahkan sembilan di antaranya terjadi hanya dalam kurun lima hari dengan magnitudo di bawah 5 skala richter, peningkatan tersebut dinilai 'tidak lazim' mengingat Segmen Manna Pagaralam termasuk patahan lokal pasif.

Adriansyah mengimbau mayarakat agar tetap waspada. Pasalnya, Segmen Manna, Musi dan Komering masih menyimpan potensi gempa tektonik dengan kekuatan maksimum 7 skala richter yang bersifat sangat merusak karena rambatan langsung ke pemukiman.

Sayangnya, Adriansyah belum bisa memastikan pelaksanaan pemasangan alat pendeteksi gempa tersebut karena masih berkoordinasi dengan Pemkab Empat Lawang.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto