BKSDA Sumsel Usul Pembentukan Tim Konflik Hewan dengan Manusia

Antara ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 23:10 WIB
BKSDA Sumsel Usul Pembentukan Tim Konflik Hewan dengan Manusia
Tim BKSDA SKW II Lahat memasang spanduk peringatan bahaya binatang buas di daerah habitat satwa liar (Antara)

PALEMBANG, iNews.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) mengusulkan pembentukan tim penanganan konflik satwa-manusia. Tim ini nantinya dibentuk di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk memudahkan koordinasi pencegahan dan penanganan konflik hewan liar dengan manusia.

"Tim koordinasi itu untuk tingkat provinsi, sedangkan di kabupaten/kota namanya tim satgas, mereka yang mengeksekusi kebijakan dari tim koordinasi," kata Kepala BKSDA Sumsel Genman Suhefti Hasibuan, Kamis (13/2/2020).

Genman menambahkan, tim koordinasi dan satuan tugas penanganan konflik satwa dengan manusia akan menyosialisasikan penyesuaian pola kegiatan pertanian dan perkebunan untuk menghindari terjadinya konflik satwa dengan manusia.

"Seperti kawanan gajah yang melalui kebun, di mana kebun itu memang pakannya gajah, maka tanaman di kebun itu harus diganti dengan tanaman yang tidak disukai gajah, nah untuk mengubahnya ini butuh kebijakan pemangku kepentingan," imbuhnya.

Selain itu, kata Genman, tim penanganan konflik satwa dengan manusia akan menjalankan upaya-upaya pelindungan habitat serta rehabilitasi kawasan hutan, identifikasi kawasan ekosistem esensial, patroli kebakaran hutan dan lahan, serta penegakan hukum.

BKSDA Sumsel sepanjang 2017 sampai 2019 mencatat 83 kejadian konflik manusia dengan satwa liar termasuk harimau, beruang, buaya, dan gajah. Konflik paling banyak terjadi dengan buaya yakni 37 kasus, disusul harimau ada 23 kasus. Sementara gajah ada 13 kasus dan beruang 10 kasus.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto