get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus Covid-19 Simtomatik Meningkat Pengaruhi Keterisian RS di Sumsel

Berikut 10 Negara Paling Bahagia Selama Pandemi Covid-19, Indonesia Lebih Baik dari China

Rabu, 02 Juni 2021 - 11:03:00 WIB
Berikut 10 Negara Paling Bahagia Selama Pandemi Covid-19, Indonesia Lebih Baik dari China
Bahagia di saat hati tenang dan tentram. Menurut hasil penelitian ahli PBB, Indonesia negara bahagia ke 82 di dunia lebih baik dari China di urutan 84. (Foto: Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, iNews.id - Penelitian ahli PBB mengurutkan negara - negara paling bahagia selama pandemi Covid-19. Hasilnya, sepuluh negara paling bahagia berada di daratan Eropa, namun menariknya Indonesia yang berada di urutan 82 lebih baik dari China di urutan 84. 

Negara-negara yang paling bahagia selama pandemi Covid-19 mayoritas berada di Eropa Utara. Yakni Finlandia, Denmark, Swiss, Islandia, Belanda, Norwegia, Swedia, Luxembourg, Selandia Baru, dan Austria.

Selandia Baru menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Pasifik yang masuk peringkat 10 besar negara paling bahagia selama pandemi.

Dikutip dari Global Finance, para ahli PBB mengungkapkan meskipun sejumlah negara maju berhasil menemukan vaksin Covid-19, namun peringkat kebahagiaan warganya berada di bawah negara-negara nordik. Padahal enam variabel kunci kebahagiaan dari negara-negara maju tersebut tetap tinggi. 

Adapun enam variabel kunci untuk mengukur kebahagiaan suatu negara yang diterapkan PBB sejak 2013 adalah PDB per kapita yang tinggi, dukungan sosial pada saat dibutuhkan, tingkat korupsi dalam pemerintahan yang minim, tingginya harapan hidup sehat, kebebasan membuat pilihan hidup, dan kemurahan hati untuk beramal terhadap orang lain. 

Namun selama pandemi, ada dua kriteria yang ditambahkan para ahli PBB untuk mengukur tingkat kebahagiaan negara-negara, yakni kemampuan mempercayai orang lain dan kepercayaan terhadap pemerintah. 

Berdasarkan kriteria tersebut, hasil penelitian para ahli PBB terhadap 149 negara menunjukan negara-negara maju yang bersaing dalam pengadaan vaksin Covid-19 dan pemulihan ekonomi, justru menjadi negara yang kurang bahagia selama pandemi. 

Jerman yang menjadi negara ekonomi terkuat di Eropa, menduduki peringkat ke-13, diikuti Inggris pada posisi ke-17. Selanjutnya AS menempati peringkat ke-19. Sedangkan Rusia berada di posisi ke-76, diikuti China pada peringkat ke-84. 

Yang mengejutkan, China yang merupakan negara Asia pertama yang menemukan vaksin Covid-19 dan telah melakukan vaksinasi kepada sekitar 639 juta penduduknya, justru tingkat kebahagiaannya lebih rendah dari Indonesia sebagai salah satu negara pengimpor vaksin Covid-19 dari China. 

Data penelitian PBB menunjukan, China berada di peringkat ke-84 negara paling bahagia selama pandemi, sedangkan Indonesia berada di peringkat ke-82. 

Tak hanya itu, dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya, China jauh tertinggal dari Singapura yang berada di peringkat ke-32, Thailand ke-54, Filipina ke-61, Vietnam ke-79, dan Malaysia ke-81. Bahkan dibandingkan negara-negara Asia Tengah, peringkat China berada di bawah Jepang yang menduduki posisi ke-56 dan Korea Selatan di peringkat ke-62. 

"Kami menemukan bahwa kepercayaan sosial dan institusional adalah satu-satunya penentu utama kesejahteraan subjektif yang menunjukkan keberhasilan yang kuat dalam memerangi Covid-19. Negara-negara yang telah memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi baik secara sosial maupun terhadap pemerintah, terbukti lebih mampu menjaga tingkat kematian tetap rendah dan kohesi sosial yang tinggi, sehingga memungkinkan untuk tetap menjamin kebahagiaan rakyatnya selama pandemi," tulis kutipan laporan ahli PBB. 

Tak hanya itu, para ahli juga menuliskan, bahwa hasil penelitian tersebut, sekaligus menguatkan bukti bahwa uang benar-benar tidak bisa membeli kebahagiaan, apalagi di masa pandemi. 

Editor: Berli Zulkanedi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut