Belajar Daring Diperpanjang, Pemkot Palembang Kebut Pemasangan Tower Internet Gratis

Antara ยท Jumat, 18 September 2020 - 12:58:00 WIB
Belajar Daring Diperpanjang, Pemkot Palembang Kebut Pemasangan Tower Internet Gratis
Ilustrasi belajar online (Foto : Kominfo Sijunjung).

PALEMBANG, iNews.id - Dinas Pendidikan Kota Palembang mempercepat pemasangan tower pemancar internet gratis. Hal ini dilakukan setelah adanya keputusan untuk memperpanjang proses belajar daring kepada para pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Palembang, Ahmad Zulinto, mengatakan siswa terpaksa masih harus bertahan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena pihaknya belum mendapat rekomendasi untuk membuka sekolah. Padahal, belajar daring seharusnya selesai pada 30 September 2020.

"Hasil pertemuan dari unsur penanganan Covid-19, Kota Palembang masih zona oranye, sehingga menurut Mendikbud belum direkomendasikan belajar daring," kata Ahmad, Jumat (18/9/2020) .

Ahmad menambahkan, sekolah dari tingkat TK, SD dan SMP baru dapat dibuka jika Palembang sudah berada di zona kuning atau hijau serta dengan izin para orang tua.

"Sementara Kota Palembang selalu fluktuatif berada di zona merah atau oranye sejak awal kemunculan Covid-19," katanya.

Ahmad belum dapat menentukan batas waktu pembelajaran jarak jauh yang sudah dimulai sejak Mei 2020. Kemungkinan perpanjangan dilaksanakan per bulan dengan melihat kondisi zonasi wilayah.

"Kira-kira satu minggu sebelum akhir bulan ini kami keluarkan surat edaran perpanjangannya," katanya.

Sementara untuk mendukung perpanjangan PJJ tersebut, Diknas Palembang meminta pihak ketiga mempercepat pemasangan tower pemancar internet gratis. Internet gratis itu untuk siswa dan guru saat belajar daring.

"Jangkauan sinyal internetnya bisa sampai 5 kilometer, sekarang sudah 70 persen terpasang, tapi baru kami luncurkan akhir September. Ditargetkan 100 persen terpasang pada Oktober 2020," kata dia.

Rencana awal pemasangan 60 unit tower pemancar internet gratis ternyata tidak cukup karena sebaran siswa dan guru yang tidak merata, sehingga pihak ketiga diminta mendata ulang dan diupayakan memasang tower fokus di wilayah padat penduduk.

"Selain itu proses pemasangan juga menemui kendala, beberapa peralatan yang harus dikirim dari Jakarta dan Singapura tidak dapat masuk ke Palembang akibat situasi Covid-19," katanya.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto