Banyak Warga Miskin, Perindo Sumsel: Pembangunan Desa Belum Maksimal

Vendi Y Susanto ยท Jumat, 18 Januari 2019 - 19:51 WIB
Banyak Warga Miskin, Perindo Sumsel: Pembangunan Desa Belum Maksimal
Ketua DPW Partai Perindo Sumatera Selatan (Sumsel), Febuar Rahman. (Foto: Okezone).

PALEMBANG, iNews.id - Angka kemiskinan di Indonesia terus mengalami penurunan, meski tidak signifikan terjadi di semua daerah secara merata. Data yang ditunjukkan BPS terakhir ini, penduduk miskin berkurang 908.400 jiwa terhitung sejak September 2017 - September 2018, masih terbilang kecil.

Ketua DPW Partai Perindo Sumatera Selatan (Sumsel), Febuar Rahman, membenarkan kalau angka kemiskinan tak berkurang drastis. Fakta di lapangan, masih banyak warga miskin dan kesenjangan sosial yang terjadi di seluruh daerah.

"Penduduk miskin masih saja besar, dan kesenjangan masih menjadi bagian problem bangsa dan negara ini," kata Febuar saat dikonfirmasi wartawan di Kota Palembang, Sumsel, Jumat (18/1/2019).

Dia menilai, pembangunan di daerah pedesaan belum mencapai hasil maksimal. Sebab, masih banyak warga desa yang terpaksa merantau ke daerah lain, khususnya perkotaan. Semua ini karena minimnya lapangan pekerjaan di kampung-kampung.

"Saya nilai pembangunan terhadap pedesaan belum berjalan maksimal. Terbukti dengan angka perubahan (data kemiskinan) yang sangat kecil," ujar dia.

Karena itu, dia meminta pemerintah pusat dan daerah dapat mengubah arah kebijakan pembangunan. Artinya, jangan hanya membangun infrastruktur besar di perkotaan saja, tetapi pembangunan harus merambah ke daerah, khususnya kawasan desa.

"Pemerintah ke depan harusnya mengubah mindset-nya. Janganlah pembangunan besar kategori mercusuar saja yang digenjotnya sementara pembangunan ekonomi kerakyatan hanya pencitraan belaka," katanya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data BPS jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2018 mencapai 25,67 juta orang, atau 9,66 persen dari total penduduk Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 60 persen di antaranya berada di pedesaan yakni sebanyak 15,54 juta jiwa. Sedangkan 40 persen berada di perkotaan sebanyak 10,13 juta jiwa. Sejak September 2017, jumlah penduduk dengan kategori miskin sudah berkurang 908,4 ribu jiwa.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal