Banjir di Pagaralam, Ibu Ini Nangis Mesin Fotokopi Rusak Terendam Air

Yuddy Faifman ยท Kamis, 09 Januari 2020 - 22:10 WIB
Banjir di Pagaralam, Ibu Ini Nangis Mesin Fotokopi Rusak Terendam Air
Tim gabungan membantu membersihkan sampah yang menyumbat saluran air (Yuddy/iNews)

PAGARALAM, iNews.id - Warga kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan kaget bukan kepalang. Bukan tanpa alasan, mereka kaget karena wilayahnya diterjang banjir setelah diguyur hujan deras selama empat jam, Kamis (9/1/2020).

Dari pantauan di lokasi, banjir setinggi 50 cm ini membuat warga bondong-bondong keluar karena air masuk ke dalam rumah warga. Beruntung, tim gabungan dari BPBD, SAR, Polri dan TNI langsung turun tangan untuk membantu warga terdampak.

Tampak beberapa orang dari tim gabungan membantu membersihkan sampah yang menyumbat saluran air. Mereka menyodok saluran air dengan kayu panjang. Mereka terlihat kompak membersihkan saluran agar air bisa mengalir dan tidak menggenangi jalan.

Supriatin korban banjir yang mesin fotocopynya terendam air (Yuddy/iNews)
Supriatin korban banjir yang mesin fotocopynya terendam air (Yuddy/iNews)

 

Sementara itu, seorang warga bernama Supriatin mengaku sedih karena banjir telah masuk ke rumahnya. Air itu telah menggenangi lantai bawah yang digunakan untuk usaha fotokopi. Alhasil, mesin fotokopi senilai puluhan juta rupiah rusak karena terendam air.

"Banjir nak sampai belakang, banyak yang rusak. Kasur, kertas, mesin fotokopi rusak nak," kata Supariatin kepada iNews sambil menangis.

BACA JUGA: Diguyur Hujan Lebat, Longsor dan Banjir Bandang Terjang 3 Kecamatan di Lahat

Supriatin mengaku, baru dua kali banjir menerjang daerahnya hingga parah seperti ini.

"Baru dua kali nak. Ini yang kami habis-habisan," imbuhnya.

Lebih lanjut Supriatin mengatakan, banjir ini terjadi karena wilayahnya merupakan dataran rendah. Tak hanya itu, gorong-gorong di wilayah itu semakin sempit serta pipa sanitasi yang baru dibuat tak bisa melancarkan peredaran air sehingga menjadi banjir.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto