Balita yang Tewas Dianiaya Ibu Kandung Kehabisan Darah Usai Dipukul Piring

Sindonews.com, Era Neizma Wedya ยท Selasa, 07 April 2020 - 13:35 WIB
Balita yang Tewas Dianiaya Ibu Kandung Kehabisan Darah Usai Dipukul Piring
Ilustrasi anak dianiaya hingga tewas (Dok/iNews)

MUARA ENIM, iNews.id - Aksi keji dilakukan oleh seorang ibu muda asal Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) bernama Lina Natalia (19). Bukan tanpa alasan, Lina tega membunuh anak kandungnya yang masih berusia dua tahun.

Kapolsek Gunung Megang, AKP Herli Setiawan mengatakan, pelaku merupakan warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim. Dari hasil pemeriksaan, pelaku nekat membunuh anaknya berinisial NR karena tak mau makan.

Insiden memilukan ini terjadi pada Rabu (25/3/2020) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, pelaku hendak menyuapi makan anaknya. Meski telah dibujuk beberapa kali, sang anak masih tak mau makan.

"Pelaku awalnya hanya memukul korban menggunakan tangan, dan kembali membujuk anaknya agar mau makan," kata Herli, Selasa (7/4/2020).

Herli menambahkan, meski sudah dibujuk sang anak tetap tak makan. Hal ini yang membuat pelaku kesal dan gelap mata sehingga memukulkan piring beling yang berisi nasi ke anaknya hingga pecah.

"Piring itu pecah, sehingga melukai bahu anaknya. Pelaku yang panik melihat anaknya terluka langsung membawanya ke puskesmas," kata dia.

Namun, lanjut Herli, korban akhirnya dirujuk ke RS HM Rabain Muara Enim. Setelah beberapa jam dirawat, balita itu meninggal dunia karena mengalami pendarahan.

Lebih lanjut Herli mengatakan, pelaku ditangkap berkat laporan dari nenek korban. Sang nenek merasa ada yang janggal dengan kematian cucunya.

"Nenek korban yang merasa bahwa kematian cucunya terjadi secara tidak wajar melaporkan peristiwa itu ke Polsek Gunung Megang pada Jumat (27/3/2020)," katanya.

Begitu menerima laporan, polisi langsung melakukan penyeledikan dan melakukan olah TKP. Hasil penyelidikan dapat dipastikan bahwa pelaku dugaan penganiayaan itu merupakan ibu kandungnya sendiri.

"Pelaku mengaku khilaf dan emosi karena korban tak mau makan meski sudah disuapi oleh pelaku," kata dia.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat 3  No. 35 Tahun 2014, atas perubahan UU No. 23 Tahun 2004, tentang penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang mengakibatkan meninggal dunia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto