3 Hari Diguyur Hujan, Warga Sumsel Diminta Waspadai Kabut Asap

Antara ยท Rabu, 28 Agustus 2019 - 14:15 WIB
3 Hari Diguyur Hujan, Warga Sumsel Diminta Waspadai Kabut Asap
Kabut asap tebal di Kota Palembang Sumsel. (Foto: Dok iNews).

PALEMBANG, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sebagian daerah Sumatera Selatan (Sumsel) mewaspadai kabut asap di pagi hari pada 29 - 31 Agustus mendatang. Kondisi ini berpotensi terjadi setelah turunnya hujan tiga hari terakhir di wilayah tersebut.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Benny Setiaji mengatakan, beberapa wilayah Sumsel yang terpapar hujan mengakibatkan kondisi pada malam hari menjadi cerah. Namun berpotensi menimbulkan kabut radiasi bercampur asap dari karhutla pada pagi hari.

"Umumnya kabut asap (Smog) terjadi pada pukul 04.00 - 07.00 WIB dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer, dampaknya akan mengganggu transportasi terutama penerbangan," kata Beny kepada wartawan di Kota Palembang, Sumsel, Rabu (28/8/2019).

BACA JUGA: Hujan Lebat, Kabut Asap akibat Karhutla di Riau Mulai Hilang

Sebelumnya hujan lokal melanda beberapa wilayah di Sumsel seperti Kabupaten Muba, Ogan Ilir, Banyuasin dan Kota Palembang selama tiga hari terakhir, sejak Senin (25/8/2019). Hujan terjadi seiring hilangnya Badai Tropis Bailu dan transisi ke badai tropis lain, lalu menyebabkan sirkulasi di Selat Karimata.

"Kemudian terjadi perlambatan massa udara di wilayah Sumsel yang cukup uap air, sehingga terdapat pertumbuhan awan hujan," ujar dia.

Berdasarkan citra radar cuaca Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Selasa (27/8/2019), teramati adanya barisan awan hujan (Kumulonimbus) dengan rentang sepanjang 100-200 kilometer yang memasuki wilayah Sumsel.

BACA JUGA: Karhutla di Riau Meluas, 4 Helikopter Dikerahkan untuk Pemadaman di 3 Kabupaten

Fenomena itu disebut Sistem Konvektif Skala Meso yang mengindikasikan barisan awan-awan hujan akan membentuk seperti busur panah dan disertai angin kencang.

"Seiring aktifnya badai tropis yang baru yakni Badai Tropis Podul, beberapa hari ke depan kondisi Sumsel akan kembali normal di musim kemarau," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal