250 Hektare Lahan di Sumsel Terbakar Sepanjang Juli-Agustus 2020

Antara ยท Senin, 07 September 2020 - 08:16 WIB
250 Hektare Lahan di Sumsel Terbakar Sepanjang Juli-Agustus 2020
Petugas gabungan berjibaku memadamkan api yang melahap lahan gambut di Ogan Ilir, Sumsel (Fitriadi/iNews)

PALEMBANG, iNews.id - Satuan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat ada 250 hektare area yang terbakar. Hal ini akibat bencana karhutla selama Juli-Agustus 2020.

Komandan Korem 044/Garuda Dempo, Brigadir Jenderal TNI Jauhari Suraji mengatakan, kebakaran lahan terjadi di sejumlah kabupaten yang rawan karhutla daerah di Sumsel. Pada periode itu tercatat pula terdapat 978 titik panas yang terpantau satelit LAPAN.

“Kebakaran menyebar di Kabupaten Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin. Tapi dominasi lahan terbakar saat ini berasal dari Penukal Abab Lematang Ilir,” kata Jauhari, Senin (7/9/2020).

Jauhari menambahkan, kebakaran lahan saat ini rata-rata berada di lahan mineral yang sudah mulai kering karena wilayah Sumsel sudah masuk musim kemarau. Sementara di lahan gambut, saat ini diperkirakan masih basah.

“Sekarang titik panas dan titik api itu mulai ramai. Kita perkuat tim di lapangan untuk bisa mengoptimalkan upaya pemadaman dan menjaga lahan yang rentan terbakar,” kata dia.

Jauhari melanjutkan, berbagai kendala yang ditemukan di lapangan di antaranya area lokasi lahan terbakar sulit diakses karena harus melintasi semak belukar dan sungai.

“Supaya pemadaman maksimal dilakukan maka harus penyiraman dari udara menggunakan helikopter, meski harus dilakukan berhari-hari dan dibom air secara berulang-ulang,” kata dia.

Kendala lain yang ditemukan yakni ketersediaan air yang mulai berkurang, serta angin kencang sehingga api cepat merambat, terutama di area yang materialnya sudah kering seperti ranting pohon dan semak belukar.

Lebih lanjut Jauhari mengatakan, untuk musim kemarau tahun ini, satuan tugas sudah menyiagakan dan menyebar 2.330 personel yang penempatannya di daerah rawan karhutla.

“Jika kebakaran lahan kian meluas, kami pun akan menambah kekuatan,” kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto