2 dari 6 Perampok Spesialis Truk di Palembang Ditembak Polisi karena Melawan saat Ditangkap

Firdaus ยท Senin, 24 Februari 2020 - 07:59 WIB
2 dari 6 Perampok Spesialis Truk di Palembang Ditembak Polisi karena Melawan saat Ditangkap
Kedua perampok yang berhasil diringkus Subdit Jatanras Polda Sumatera Selatan. (Foto: iNews/Firdaus)

PALEMBANG, iNews.id - Dua dari enam perampok spesialis mobil truk diringkus Subdit Jatanras Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Modusnya, pelaku mengejar truk korban dan mengancam sopir.

Dalam beraksi, kawanan perampok ini tak segan melukai korban jika melawan. Seperti pada perampokan terakhir, pelaku membawa kabur truk dan melukai kepala sopir menggunakan senjata api rakitan.

Kedua pelaku yang berhasil dibekuk yakni Merianto alias Meri (44) dan Dedi Rianto alias Dedet (44). Keduanya sempat mendapat tembakan dari polisi di bagian kaki karena berusaha melawan dan kabur saat akan dibekuk.

Sementara korban yakni Nisamuddin (62). Dia menjadi korban perampokan di depan Terminal km 32, Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, 12 Februari 2020 kemarin.

Korban mengaku pelaku mengejar truk dengan kendaraan sambil mengancam menggunakan senjata api rakitan. Korban yang ketakutan akhirnya berhenti. “Aku ditarik paksa keluar dari truk,” katanya.

Korban lalu diikat dengan tali serta mulut dan mata ditutup lakban. Setelah dipukul menggunakan senjata api rakitan, korban dibuang di perkebunan karet.

Dia lantas berhasil melaporkan perampokan tersebut ke polisi setalah berhasil melepaskan tali yang mengikat. Berdasar ciri-ciri yang diberikan korban, polisi berhasil mengetahui identitas keenam pelaku dan menangkap dua di antaranya.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi mengatakan, keduanya diringkus saat akan menjual kendaraan truk milik korban Sabtu (15/2/2020). Saat beraksi, keduanya berperan menyopir kendaraan dan menjual hasil rampokan.

“Sedangkan yang menggunakan senjata api rakitan dan mengikat korban yakni keempaat rekan,” katanya saat ekspos kasus Jumat (21/2/2020) sore.

Salah satu pelaku, Dedet yang juga residivis kasus yang sama mengaku, kendaraan truk korban akan dijual seharga Rp40 juta. Rencananya, uang penjualan akan dibagi rata untuk keenam pelaku. “Kami baru dua kali melakukan aksi ini,” katanya.

Perampok ini biasa beraksi pada malam hari. Selain kedua pelaku, polisi menyita truk milik korban sebagai barang bukti.

Kedua pelaku yang diamankan dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sementara sisa pelaku masih dalam pengejaran polisi.


Editor : Umaya Khusniah