Dinkes bersama instansi terkait sisir warung di sekitar sekolah usai dua siswa SD diduga keracunan permen di Muba. (Foto: Ilustrasi/Ist)

MUBA, iNews.id - Dua siswa SD di Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin, Sumsel dilarikan ke UGD RSUD Sekayu karena mual, muntah dan mencret berulang kali usai makan permen yang dibeli di sekitar sekolah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Musi Banyuasin (Muba) merespons cepat dengan melakukan inspeksi mendadak dan penyisiran ke sejumlah warung di sekitar sekolah. 

Kepala Dinkes Muba Azmi Dariusmansyah mengatakan, pihaknya bersama BPOM menyisir sejumlah warung setelah adanya kejadian kakak adik yakni Za dan Me, siswa kelas V sekolah dasar di Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu diduga keracunan makanan. 

"Dua bersaudara ini sempat mengalami gangguan kesehatan diduga akibat mengonsumsi permen yang mereka beli di warung sekitar sekolah," ujar Azmi, Senin (7/11/2022).

Saat kejadian, lanjut Azmi, petugas Puskesmas Balai Agung mendapatkan informasi dari petugas surveilans RSUD Sekayu mengabarkan adanya kejadian kasus keracunan makanan diduga dari permen lunak atau warna-warni.

"Dua korbannya yang masih SD itu mengalami keracunan setelah mengonsumsi permen cair berwarna kuning," katanya.  

Kedua pelajar itu makan permen yang diperoleh dari temannya di sekolah. Saat itulah tak berapa lama makan permen, kedua anak tersebut merasakan mual lalu muntah lima kali dan mencret sekali. 

"Kemudian kedua anak ini dibawa orang tuanya ke UGD RSUD Sekayu. Setelah ditangani oleh petugas UGD, Za tidak ada keluhan lagi. Sedangkan Me masih mencret sebanyak 5 kali," katanya.

Meski kini kondisi keduanya sudah membaik dan dalam masih dalam pengawasan tim dokter RSUD Sekayu. Sementara, pihaknya bersama instansi terkait masih menelusuri keberadaan permen yang diduga beracun tersebut.

"Satu tim bergerak bersama Disdagperin Muba menyisir keberadaan warung yang menjual permen untuk digunakan sebagai sampel, dan satu tim gerak cepat merawat dan memeriksa dengan seksama kondisi korban," katanya.

Azmi menegaskan, adanya keracunan permen menimpa Za dan Me masih berupa dugaan. Meski begitu pihaknya mengeluarkan imbauan agar permen diduga menjadi penyebab keracunan untuk sementara tidak diedarkan sambil menunggu hasil penelitian dari BPOM.

"Hasil penelusuran sampai saat ini tidak ada korban lain di luar dua korban yang kita rawat. Kita juga sedang mencari akar penyebab yang memicu korban hingga muntah dan mencret," katanya.

Selanjutnya, petugas surveilans Dinas Kesehatan beserta tim puskesmas (surveilans dan kesling) serta petugas dari Disdagperin langsung turun ke lokasi kejadian dengan melakukan penyelidikan epidemiologi dan melakukan pemeriksaan ke warung dekat SD N 2 Sekayu tempat anak tersebut membeli permen. 

"Penyisiran di warung dilakukan karena tak ada lagi sisa permen yang dikonsumsi korban. Bahkan di warung, petugas tidak menemukan permen lunak warna-warni. Begitupun warung sekitar sekolah juga tak ditemukan permen serupa yang dikonsumsi korban," katanya.


Editor : Berli Zulkanedi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network