BANYUASIN, iNews.id - Tim SAR gabungan menemukan jenazah seorang pria yang sebelumnya dilaporkan hilang di Perairan Tungkal, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Korban berinisial IN (26) buruh asal Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat yang diduga diserang buaya.
Jenazah korban ditemukan di kawasan pintu air Ropi PT Stal setelah tim gabungan melakukan pencarian selama beberapa waktu di sekitar lokasi kejadian. Operasi pencarian dipimpin Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumsel melalui personel Pangkalan Sandar Penuguan.
Dalam proses pencarian, tim melibatkan berbagai unsur seperti Basarnas Palembang, Polsek Pulau Rimau, Babinsa Teluk Betung, BPBD Kabupaten Banyuasin, personel TNI AL, pemerintah setempat, masyarakat serta keluarga korban.
Setelah ditemukan, tim gabungan langsung mengevakuasi jenazah sesuai prosedur keselamatan. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Polda Sumsel bersama seluruh unsur Tim SAR gabungan telah berupaya maksimal dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan," ujarnya, Sabtu (11/7/2026).
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, korban diduga tewas akibat serangan buaya yang berada di kawasan perairan tersebut.
Meski demikian, polisi masih mendalami dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan mmelakukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Hingga saat ini, polisi belum menemukan adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kawasan perairan yang diketahui menjadi habitat satwa liar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan,” katanya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait