PALI, iNews.id – Proses pemakaman korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, Candra Kirana, diiringi oleh ratusan warga dan keluarga korban di Kabupaten Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan (Sumsel). Kematian korban meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Namun, keluarga korban sudah ikhlas atas kepergiannya.
Sebelum dimakamkan, jenazah korban Candra Kirana dibawa dari rumah duka ke Masjid Nurul Huda di Kelurahan Bayang Kara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, untuk disalatkan. Ayah korban, Anang Urip, tak henti-hentinya berdoa di hadapan peti jenazah korban dengan duka yang begitu dalam.
Usai berdoa, sang ayah mencium peti jenazah putranya. Tak puas, Anang Urip juga memeluk peti jenazah Candra Kirana. Dia lalu mengusap peti itu, seolah memberikan tepukan hangat seorang ayah di pundak anaknya. Wajahnya menunjukkan kesedihan, sekaligus keikhlasan melepas putranya tercinta.
Setelah disalatkan oleh keluarga dan kerabat, jenazah korban Candra Kirana langsung dibawa ke pemakaman umum di Talang Miring, Kecamatan Talang Ubi, dengan diiringi ratusan warga dan kerabat.
Anang Urip mengaku sangat kehilangan sekali dengan kepergian Candra Kirana. Namun, keluarga sudah mengikhlaskan kepergiannya. “Ya, kami sudah ikhlas. Kami merasa tenang, lega, jenazah Candra ditemukan,” kata Anang Urip.
Selain keluarga korban, rasa kehilangan juga diungkapkan oleh guru SMP korban yang sempat datang di pemakaman korban. “Kami juga merasa kehilangan almarhum,” kata Taufik, guru SMP korban.
Saat ini, baru satu orang korban jatuhnya Lion Air JT 610 yang berasal dari Kabupaten PALI ditemukan. Sedangkan tiga orang lainnnya masih belum diketahui keberadaannya, termasuk istri korban, Cici Ariska. Keluarga korban terus berharap korban bisa secepatnya ditemukan.
Editor : Maria Christina
Artikel Terkait